Senin, 24 Agustus 2020

Ringkasan muatan Bahasa Indonesia Tema 2 Subtema 1

 

Materi  Tema 2 Subtema 1 Pembelajaran 4

Selasa, 25 Agustus 2020

Menggali Informasi Penting Melalui Peta Pikiran Menggunakan Kata Tanya

(Apa, Mengapa, Siapa, Bagaimana, Kapan dan Dimana)

 

·         Untuk dapat memahami dan menggali informasi penting dari sebuah teks kita dapat menggunakan kata tanya Apa, Mengapa, Siapa, Bagaimana, Kapan dan Di mana

·         Jenis-jenis Kata Tanya beserta Fungsinya

1.       Apa

Merupakan kata tanya yang berfungsi untuk menanyakan sesuatu baik berupa keadaan atau perbuatan yang berkaitan dengan isi atau inti bahasan.

Jawaban untuk kata tanya Apadapat berupa pengertian, keterangan ataupun penjelasan

2.       Siapa

Merupakan kata tanya yang berfungsi untuk menanyakan pelaku yang terkait atau ikut dalam suatu peristiwa atau kejadian.

Jawaban untuk kata tanya Siapaadalah orang atau pelaku suatu tindakan

3.       Mengapa

Merupakan kata tanya yang berfungsi untuk menanyakan alasan atau sebab sebuah peristiwa terjadi.

Jawaban untuk kata tanya mengapa adalah penyebab sebuah peristiwa terjadi,  yang biasanya dimulai dengan kata karena atau sebab

4.       Bagaimana

Merupakan kata tanya yang berfungsi untuk menanyakan cara, proses, keadaan atau  kejelasan suatu hal.

Jawaban untuk kata tanya bagaimana adalah proses, atau cara sebuah peristiwa terjadi, atau dapat juga berupa keadaan atau kejelasan suatu hal.

5.       Kapan

Merupakan kata tanya yang berfungsi untuk menanyakan waktu terjadinya suatu peristiwa atau kejadian.

Jawaban untuk kata tanya kapan dapat berupa jam, hari, tanggal, bulan, tahun ataupun lamanya sebuah kejadian.

6.       Dimana

Merupakan kata tanya yang berfungsi untuk menanyakan tempat suatu peristiwa atau kejadian berlangsung.

Jawaban untuk kata tanya di mana dapat berupa sebuah tempat, arah atau lokasi

 

·         Contoh mengisi peta pikiran menggunakan kata tanya (dari buku tema 2 Subtema 1 hal 2 dan 3 )

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

 

Proklamasi Kemerdekaan yang dilakukan tanggal 17 Agustus 1945 menjadi peristiwa penting bagi bangsa Indonesia. Peristiwa tersebut menjadi tonggak sejarah dimana bangsa Indonesia berhak atas kemerdekaan dan wajib mempertahankannya. Diawali dengan dijatuhkannya bom atom oleh tentara Amerika Serikat pada tanggal 6 Agustus 1945 di kota Hiroshima dan pada tanggal 9 Agustus 1945 di kota Nagasaki, Jepang akhirnya menyerah kepada tentara Sekutu. Peristiwa ini dijadikan kesempatan oleh bangsa Indonesia untuk segera membebaskan diri dari penjajahan bangsa Jepang.

Teks proklamasi ditulis di rumah Laksamana Tadashi Maeda, Jl. Imam Bonjol No. 1. Para penyusun teks proklamasi adalah Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, dan Mr. Achmad Soebardjo. Konsep teks proklamasi ditulis oleh Ir. Soekarno. Saat itu hadir pula B.M Diah, Sayuti Melik, Sukarni, dan Soediro. Sukarni mengusulkan agar yang menandatangani teks proklamasi itu adalahIr. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta atas nama bangsa Indonesia. Teks proklamasi diketik oleh Sayuti Melik.

 

Pagi harinya, 17 Agustus 1945, di kediaman Soekarno, Jl. Pegangsaan Timur No. 56telah hadir, antara lain, Soewirjo, Wilopo, Gafar Pringgodigdo, Tabrani, dan Trimurti. Acara dimulai pada pukul 10.00 dengan pembacaan proklamasi oleh Soekarno dan disambung pidato singkat tanpa teks. Kemudian bendera Merah Putih yang telah dijahit oleh Ibu Fatmawati, dikibarkan.

 

 

Berdasarkan teks kita dapat mengisi peta pikiran dengan cara mengarahkan semua pertanyaan pada tema teks yaitu Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, sehingga peta pikiran dapat kita isi sebagai berikut :

Misal kita hendak mengisi pertanyaan Apa

 

Maka pertanyaan yang dapat kita buat : Apa yang dimaksud dengan proklamasi kemerdekaan Indonesia ?

Jawabannya : Proklamasi Kemerdekaan Indonesia merupakan tonggak sejarah dimana bangsa Indonesia berhak atas kemerdekaan dan wajib mempertahankannya



 

·         Dari peta pikiran yang telah kita isi, kita pun dapat mengembangkannya dalam bentuk tulisan dengan kata-kata kita sendiri

Contoh

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945 oleh Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta di Jl. Pengangsaan Timur no 56 Jakarta dan dilanjutkan dengan pidato singkat Bung Karno serta pengibaran bendera Merah Putih telah menjadi tonggak sejarah Bangsa Indonesia memerdekakan diri dan kita wajib mempertahankannya dengan berpartisipasi mengisi kemerdekaan dengan belajar secara sungguh-sungguh agar kita tidak dijajah lagi oleh bangsa lain dalam bentuk apapun.

Selasa, 18 Agustus 2020

RANGKUMAN MATERI IPS TEMA 2 SUBTEMA 1 KELAS 6

 

RANGKUMAN MATERI MUATAN IPS KELAS 6

TEMA 2 PERSATUAN DALAM PERBEDAAN

SUBTEMA 1 RUKUN DALAM PERBEDAAN

Kurikulum 2013

 

 


PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA

 

1.    *Tanggal 9 Agustus 1945, Ir. Soekarno, Moh. Hatta, dan Dr. Radjiman Wedyodiningrat pergi ke             Dalat, Saigon Vietnam untuk bertemu Marsekal Terauchi sebagai Panglima Besar Tentara Jepang di Asia Tenggara. Tujuannya Panglima ingin menyampaikan informasi kepada pemerintah Indonesia bahwa Jepang akan memberikan kemerdekaan kepada Bangsa Indonesia

2.      *Diawali dengan dijatuhkannya bom atom oleh Amerika Serikat yaitu:

Ø  Kota Hirosima tanggal 6 Agustus 1945

Ø  Kota Nagasaki tanggal 9 agustus 1945

Hal ini menyebabkan Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu pada 14 Agustus 1945.

Peristiwa ini menjadi kesempatan Bangsa Indonesia untuk segera membebaskan diri dari penjajahan Jepang.

3.     * Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dilakukan pada tanggal 17 Agustus 1945

4.   *Proklamasi Kemerdekaan Indonesia menjadi tonggak sejarah dimana Bangsa Indonesia berhak atas kemerdekaan dan wajib mempertahankannya

5.      *Penyusun Teks Proklamasi adalah:

Ø  Ir. Soekarno

Ø  Drs. Moh. Hatta

Ø  Mr. Achmad Soebardjo

6.     * Konsep teks proklamasi ditulis oleh Ir. Soekarno

7.     * Teks proklamasi ditulis di rumah Laksamana Tadashi Maeda, Jl. Imam Bonjol No.1

8.   *Teks proklamasi ditandatangani oleh Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta atas nama Bangsa Indonesia yang diusulkan oleh Sukarni

9.     * Teks Proklamasi diketik oleh Sayuti Melik

10.  Pembacaan Teks Proklamasi Kemerdekaan, pidato singkat tanpa teks, serta pengibaran Bendera Merah Putih yang dijahit ibu Fatmawati dilaksanakan di kediaman Ir. Soekarno, Jl. Pegangsaan Timur No.56 pada tanggal 17 Agustus 1945 pukul 10.00 pagi.

11.  Para pejuang bangsa yang telah berjasa terhadap kemerdekaan negara Indonesia dan tugasnya masing-masing  yaitu:

a.      Ir. Soekarno

*      Salah satu orang yang berjasa dalam mendirikan negara Republik Indonesia sebagai negara berdaulat

*      Penyusun konsep teks proklamasi di rumah Laksamana Tadshi Maeda bersama Bung Hatta dan Achmad Soebardjo

*      Tokoh yang menandatangan teks proklamasi kemerdekaan atas nama bangsa Indonesia bersama Bung Hatta

*      Presiden pertama Indonesia

b.      Drs. Mohammad Hatta

*      Wakil Presiden pertama Indonesia

*      Penyusun konsep teks proklamasi di rumah Laksamana Tadshi Maeda bersama Bung Karno dan Achmad Soebardjo

*      Ikut  menandatangan teks proklamasi kemerdekaan atas nama bangsa Indonesia bersama Bung Karno

*      Sebagai Bapak Koperasi Indonesia

c.       Achmad Soebardjo

*      Menteri Luar Negeri Indonesia pertama

*      Salah seorang tokoh dari golongan tua yang berperan dalam mempersiapkan Proklamasi kemerdekaan Indonesia

*      Penyusun konsep teks proklamasi di rumah Laksamana Tadshi Maeda bersama Bung Hatta dan Bung Karno

d.      Laksamana Tadashi Maeda

*      Seorang perwira tinggi Angkatan Laut Kekaisaran Jepang

*      Membantu persiapan konsep teks proklamasi kemerdekaan dengan mempersilahkan rumahnya digunakan untuk kegiatan yang sangat penting

*      Walaupun beliau orang Jepang, tetapi beliau rela membantu Indonesia karena simpati terhadap rakyat Indonesia

e.      Sukarni

*      Salah seorang tokoh pemuda dan pejuang yang gigih melawan penjajah

*      Tokoh yang mengusulkan agar yang menandatangani teks proklamasi adalah Bung Karno dan Bung Hatta atas nama bangsa Indonesia

f.        Fatmawati

*      Penjahit Bendera Pusaka Sang Saka  Merah Putih yang dikibarkan pada upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Jl. Pegangsaan Timur no. 56 Jakarta

g.      Sayuti Melik

*      Pengetik teks proklamasi kemerdekaan setelah ia sempurnakan dari tulisan tangan Bung Karno

h.      Latief Hendraningrat, Suhud, dan SK Trimurti

*      Latief Hendraningrat dan Suhud adalah pengibar Bendera Pusaka Sang Saka Merah Putih pada 17 Agustus 1945. Latief Hendraningrat bertugas untuk penarik tali bendera sedangkan Suhud bertugas untuk membentangkan bendera.

*      SK Trimurti sebagai pembawa Bendera Sang Saka Merah Putih

12.  Makna Proklamasi Kemerdekaan Indonesia adalah:

a)      Sebagai puncak perjuangan Indonesia

Bangsa Indonesia telah dijajah selama bertahun-tahun oleh negara-negara Eropa sampai Jepang. Penduduk dengan latar belakang yang berbeda bersatu untuk melawan penjajah. Proklamasi kemerdekaan merupakan hasil dari perjuangan para pahlawan.

b)      Pengakuan kepada dunia luar

Dengan membaca teks proklamasi , Indonesia mengumumkan kepada dunia luar bahwa Indonesia adalah negara yang merdeka. Pengakuan ini (de facto) diikuti oleh pengakuan dari negara lain (de jure)

c)      Menaikkan martabat bangsa

Pembacaan teks proklamasi memberikan pesan kepada negara lain bahwa Indonesia adalah negara yang bebas dari penjajahan , negara yang memilki martabat, dan negara mandiri

d)      Perjuangan sebagai negara baru

Indonesia adalah negara yang dibangun oleh rakyat dan untuk rakyat. Negara Indonesia adalah negara mandiri yang tidak tergantung kepada negara lain

e)      Tonggak sejarah negara Indonesia

Pembacaan teks proklamasi merupakan awal dari masa kemerdekaan Indonesia yang terbebas dari belenggu penjajahan

Rabu, 17 Juli 2019

TAJUK



Manakah yang Salah, Pengajaran atau Pendidikannya?
Oleh : Maria Yasinta Datu

Akhir- akhir ini banyak warga masyarakat dibuat resah akibat beberapa tindak kejahatan. Sebut saja aksi begal, penjarahan, pencurian, bahkan aksi ancaman pembunuhan. Aksi kejadian tersebut dilakukan dengan strategi yang sangat profesional, sehingga korbannya pun tidak ada prasangka buruk terhadap aksi mereka. Beberapa strategi yang dilakukan antara lain; berpura-pura menanyakan alamat tertentu, berpura-pura untuk bertamu di siang hari dengan sikap yang sangat manis, dan masih banyak lagi strategi yang mereka lakukan.

Di balik aksi mereka tujuannya satu yaitu ingin sesuap nasi. Barang-barang yang mereka inginkan seperti handphone, uang, perhiasan emas, jam tangan bermerk, kamera bermerk, dan lain sebagainya. Mirisnya lagi, pelaku kejahatan tersebut adalah anak-anak muda yang produktif dalam mencari pekerjaan. Sungguh sangat disayangkan perbuatan yang tidak terpuji ini. Melihat kejadian demi kejadian, sejenak berpikir. “Manakah yang Salah, Pengajaran atau Pendidikannya?”
 
Pengajaran merupakan  proses belajar atau menuntut ilmu. Siapakah yang berperan dalam hal ini? Tentu pendidik yang meliputi guru, dosen, ustadz, atau lainnya yang bertugas menyampaikan ilmu kepada muridnya. Setelah ilmu tersampaikan maka hasilnya murid akan menjadi pintar, pandai, dan memiliki ilmu pengetahuan. Apakah seseorang cukup dibekali dengan ilmu saja? Jawabnya tentu tidak.

Pendidikan merupakan proses mendidik yang melibatkan penerapan nilai-nilai. Menurut Permendikbud Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penguatan Pendidikan Karakter pada satuan pendidikan formal, dinyatakan bahwa Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) adalah gerakan pendidikan di bawah tanggung jawab satuan pendidikan untuk memperkuat karakter melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga dengan pelibatan dan kerja sama antara satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat sebagai bahan dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM). 

Nilai-nilai yang dimaksud disini meliputi nilai religiusitas, nasionalisme, gotong royong, mandiri, dan integritas. Nilai-nilai karakter tersebut perlu dibudayakan  untuk anak-anak di tengah kemerosotan akhlak yang dikeluhkan banyak pihak. Nilai religiusitas mencerminkan keberimanan dan ketakwaan kepada Tuhan yang Maha Esa. Di sini seseorang ditekankan untuk tekun menjalankan perintah Tuhan dan menjauhi larangan-Nya sesuai dengan agama yang dianutnya. Seseorang diharapkan memiliki ilmu agama yang mumpuni agar dalam kehidupan bermasyarakat dapat menjadi imam, serta dapat menghargai agama yang satu dan lainnya. 

Nilai nasionalis menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan. Untuk memupuk rasa nasionalis seseorang dapat melakukan dari hal-hal kecil seperti mengikuti peraturan yang ditetapkan pihak berwenang, menjaga ketenangan masyarakat, mengikuti upacara bendera saat hari besar nasional atau sejenisnya. 

Nilai mandiri artinya tidak bergantung pada orag lain dan menggunakan tenaga, pikiran, dan waktu untuk merealisasikan harapan, mimpi, dan cita-cita. Nilai kemandirian ini identik dengan kesuksesan seseorang. Biasanya sesorang yang hidup mandiri sejak kecil akan lebih mudah meraih kesuksesan ketika usia dewasa. 

Nilai gotong royong mencerminkan tindakan menghargai kerja sama dan bahu membahu menyelesaikan persoalan bersama. Pada zaman dahulu asas kekeluargaan dan gotong royong sangat kental diantara hidup bermasyarakat. Namun pada zaman milenial yang telah mengenal arus teknologi perlahan nilai gotong royong mulai menghilang. Untuk itu sebaiknya nilai karakter ini kita bangkitkan lagi kepermukaan, agar seseorang memiliki sifat tenggang rasa dan tepaselira. 

Nilai intergritas artinya selalu berupaya menjadikan dirinya sebagai orang yang bisa dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan. Seseorang yang memiliki nilai integritas akan berhati-hati menjalin pergaulan, sebab kepercayaan yang diberikan kepada orang lain itu mahal harganya.

Jika kelima nilai-nilai tersebut diimplementasikan dengan baik, maka seseorang diharapkan memiliki pendidikan karakter yang baik dan tangguh. Seseorang tidak terjerumus ke dalam aksi kejahatan dan kemaksiatan seperti; begal, penjarahan, pencurian, serta aksi ancaman pembunuhan.

Dalam pendidikan terdapat proses pemahaman, penghayatan, penjiwaan terhadap penerapan nilai-nilai kemanusiaan. Sebagai mahluk ciptaan Tuhan yang paling istimewa diharapkan manusia selalu mendekatkan diri kepada Tuhan agar dapat membersihkan hati insan dari sifat iri, dengki, keji, dan mengisinya dengan sifat terpuji.  Pendidikan juga mampu mengembalikan hati nurani kepada keadaan fitrah yang suci serta nafsu perlu dikendalikan supaya tidak cenderung melakukan tindakan kejahatan dan maksiat tetapi cenderung kepada kebaikan, amal ibadah, dan doa. 

Dalam uraian di atas dapat kita simpulkan bahwa pengajaran dan pendidikan bagai dua mata pisau yang saling berhubungan satu dengan yang lain. Seseorang tidak bisa dikatakan baik jika hanya memiliki ilmu pengetahuan yang cukup begitu pun sebaliknya. Oleh karena itu, pengajaran tanpa pendidikan akan menghasilkan masyarakat yang pandai tetapi ahlaknya jahat. Jahat dalam hal ini meliputi; rasa dengki, iri, dendam, individual, hilang rasa kasih sayang, bahkan rasa kemanusiaan musnah.

Mendidik saja tanpa dibekali ilmu yang memadai akan menghasilkan individu yang baik tetapi tidak berguna di tengah masyarakat. Seseorang berahklak mulia yang baik ternyata tidak serta merta memiliki masa depan yang gemilang, jika tidak memiliki ilmu pengetahuan yang cukup. Peranan pengajaran ilmu hanya sedikit saja sedangkan selebihnya adalah peranan pendidikan.

Manusia menjadi jahat bukan karena tidak tahu ilmu. Manusia jahat adalah karena proses pendidikannya yang tidak tepat sehingga jiwanya tidak hidup. Pengajaran dan pendidikan harus seimbang, agar seseorang dapat menjadi pribadi yang berkarakter baik dan memiliki ilmu yang memadai. Dengan demikian aksi-aksi seperti; begal, penjarahan, pencurian, bahkan aksi ancaman pembunuhan tidak terjadi di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Marillah kita menjadi generasi milenial yang berkepribadian cerdas serta berkarakter baik.
#Perawang, 5 Juni 2019
#Peace and Love